Bantul (MAN 2 Bantul) — Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Anita Isdarmini, melaksanakan kegiatan monitoring implementasi kurikulum di MAN 2 Bantul pada Senin (9/2/26). Kegiatan monitoring ini dilaksanakan di Ruang Kepala Madrasah dan menjadi bagian dari upaya Kanwil Kemenag DIY untuk memastikan pelaksanaan kebijakan kurikulum berjalan sesuai regulasi terbaru.
Dalam kegiatan tersebut, Anita Isdarmini didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana, serta Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Nurhayati. Monitoring difokuskan pada implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pembelajaran mendalam (deep learning), serta penguatan program kokurikuler yang disesuaikan dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025.
Anita Isdarmini menyampaikan bahwa monitoring ini bertujuan untuk melihat sejauh mana satuan pendidikan madrasah telah memahami dan mengimplementasikan arah kebijakan kurikulum terbaru, khususnya yang menekankan pada penguatan karakter, nilai-nilai keislaman, dan pengembangan kompetensi peserta didik secara holistik. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan strategis untuk membangun budaya belajar yang humanis, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai moderasi beragama.
“Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta harus dimulai dari pemahaman karakteristik madrasah. Dari situlah kemudian ditentukan arah KBC dan pengembangan kokurikuler yang relevan, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.” ujar Anita Isdarmini dalam arahannya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyusunan suplemen kurikulum harus mengacu pada regulasi terbaru, yakni KMA 1503 Tahun 2026, sebagai landasan operasional pelaksanaan kurikulum di madrasah. Suplemen kurikulum tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus mampu menggambarkan identitas, keunggulan, dan kekhasan madrasah.
Dalam sesi diskusi, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana, memaparkan langkah-langkah yang telah dilakukan MAN 2 Bantul dalam mengembangkan kurikulum berbasis cinta dan pembelajaran mendalam. Ia menjelaskan bahwa proses penyusunan suplemen kurikulum diawali dengan pemetaan karakteristik madrasah, potensi peserta didik, sumber daya guru, serta budaya madrasah yang telah terbangun.
“Kami memulai dari analisis karakteristik madrasah untuk menentukan bentuk implementasi KBC dan kokurikuler yang tepat. Dengan demikian, kurikulum yang disusun tidak bersifat seragam, tetapi benar-benar mencerminkan kebutuhan dan keunggulan MAN 2 Bantul.” jelas Fitria.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Nurhayati, menambahkan bahwa peran humas juga sangat penting dalam mendukung implementasi kurikulum. Menurutnya, publikasi dan komunikasi yang baik akan membantu seluruh warga madrasah, termasuk orang tua dan masyarakat, memahami arah kebijakan kurikulum yang sedang dikembangkan.
“Kurikulum tidak hanya menjadi urusan internal guru, tetapi juga perlu dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan. Humas berperan menjembatani informasi agar implementasi KBC dan kokurikuler mendapatkan dukungan luas.” ungkap Nurhayati.
Kegiatan monitoring berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif. Anita Isdarmini memberikan sejumlah masukan terkait penyempurnaan dokumen suplemen kurikulum, terutama pada bagian perumusan tujuan, penguatan karakter berbasis nilai cinta, serta integrasi kegiatan kokurikuler yang mendukung pembelajaran intrakurikuler.
Ia mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan MAN 2 Bantul dalam menyiapkan dokumen kurikulum yang mengacu pada regulasi dan tetap memperhatikan kekhasan madrasah. Menurutnya, upaya tersebut menunjukkan komitmen madrasah dalam mendukung transformasi pendidikan madrasah yang berkualitas dan berdaya saing.
Kegiatan monitoring ini diharapkan dapat menjadi penguatan bagi MAN 2 Bantul dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan dukungan regulasi yang jelas dan komitmen seluruh warga madrasah, kurikulum diharapkan mampu mencetak peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (ftr)






