Bantul (MAN 2 Bantul) – Suasana kelas X B MAN 2 Bantul tampak berbeda pada Senin siang (9/2/2026). Tidak ada ketegangan layaknya ujian konvensional, melainkan antusiasme tinggi saat para siswa mengikuti kuis interaktif mengenai pengenalan kamera dan peralatan pendukung fotografi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya inovatif dalam mata pelajaran Multimedia untuk meningkatkan literasi visual siswa di era digital.
Sebelum kuis dimulai, Guru Multimedia MAN 2 Bantul, Tuti Mulyati, memberikan penguatan materi terlebih dahulu. Menggunakan media presentasi PowerPoint yang atraktif, Tuti memaparkan pondasi dasar dunia fotografi. Materi yang disampaikan terbilang komprehensif, mencakup aspek sejarah hingga teknis operasional.
Siswa diajak menyelami kembali asal-usul kamera, mulai dari konsep Camera Obscura hingga evolusi teknologi sensor digital masa kini. Selain itu, penjelasan mengenai jenis-jenis kamera—seperti DSLR, Mirrorless, hingga kamera point-and-shoot—menjadi sorotan utama agar siswa mampu membedakan alat kerja sesuai kebutuhan produksi.
Tak hanya soal badan kamera, materi berlanjut pada jenis lensa dan fungsinya. Tuti menjelaskan perbedaan mendasar antara lensa artisan, lensa tele untuk objek jauh, hingga lensa fix 50mm. Pemahaman ini krusial agar siswa tidak sekadar memotret, tetapi mampu bercerita melalui pemilihan fokal lensa yang tepat.
Setelah sesi pemaparan selesai, barulah “menu utama” dimulai. Siswa diminta mengakses aplikasi Wayground melalui perangkat mereka masing-masing. Wayground dipilih sebagai platform kuis karena fiturnya yang interaktif, memungkinkan kompetisi sehat antar-siswa secara real-time.
“Penggunaan aplikasi seperti Wayground ini bertujuan agar evaluasi pembelajaran tidak terasa membosankan. Siswa menjadi lebih kompetitif dan fokus karena mereka bisa melihat peringkat mereka secara langsung,” ujar Tuti Mulyati di sela-sela kegiatan.

Pertanyaan yang muncul dalam kuis tidak hanya seputar teori, tetapi juga mencakup:
-
Aksesoris pendukung fotografi: Pengenalan tripod, filter, flash eksternal, hingga penggunaan reflector.
-
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3): Aspek yang sering terlupakan namun vital, seperti posisi tubuh saat memotret untuk menghindari cedera, penggunaan strap kamera agar alat tidak jatuh, hingga prosedur penyimpanan alat di tempat yang kering (dry box) untuk mencegah jamur.
Siswa-siswi kelas X B menyambut baik metode ini. Menurut mereka, belajar multimedia dengan cara praktik langsung dan kuis interaktif jauh lebih masuk ke dalam ingatan dibandingkan hanya mencatat di buku tulis.
“Tadi pertanyaannya cukup menantang, terutama bagian fungsi lensa dan K3. Tapi karena tadi dijelaskan dulu lewat PowerPoint, jadi lebih mudah menjawabnya. Seru karena ada musik dan persaingan skor di layar depan kelas,” ungkap Tsabita salah satu siswi kelas X B dengan semangat.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi siswa kelas X sebelum mereka melangkah ke praktik lapangan yang lebih kompleks. MAN 2 Bantul terus berkomitmen mengintegrasikan teknologi dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) guna mencetak lulusan yang siap bersaing di industri kreatif.
Pemberian kuis ini bukan sekadar mengejar nilai akademik. Dalam dunia multimedia, alat adalah perpanjangan tangan dari kreativitas. Dengan memahami anatomi kamera dan peralatan pendukungnya sejak kelas X, siswa diharapkan memiliki rasa tanggung jawab dan perawatan yang tinggi terhadap aset sekolah maupun alat pribadi.
Aspek K3 yang ditekankan oleh Tuti Mulyati juga menjadi nilai plus. Mengetahui cara memegang kamera dengan benar dan menjaga postur tubuh adalah investasi jangka panjang bagi calon fotografer profesional agar terhindar dari risiko kerja. ™






