Bantul (MAN 2 Bantul) — MAN 2 Bantul terus berupaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan publikasi di era digital. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Konten bagi guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (6/2/26), bertempat di Aula MAN 2 Bantul, dan diikuti oleh seluruh Guru serta Tenaga Kependidikan MAN 2 Bantul.
Pelatihan ini menjadi bagian dari strategi madrasah dalam memperkuat citra positif, meningkatkan kualitas publikasi kegiatan, serta mendorong seluruh warga madrasah untuk berperan aktif dalam menyampaikan informasi edukatif kepada masyarakat melalui media digital.
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kemampuan literasi digital dan penguasaan konten kreatif bagi pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah. “Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, madrasah tidak cukup hanya melaksanakan program yang baik, tetapi juga harus mampu mengemas dan menyampaikan kegiatan tersebut secara menarik, informatif, dan bertanggung jawab. Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat peran guru dan tenaga kependidikan sebagai duta informasi madrasah.” ujar Fitria.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konten yang baik tidak hanya berorientasi pada tampilan visual semata, tetapi juga harus memuat nilai edukasi, akurasi informasi, serta mencerminkan karakter dan budaya madrasah. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh unsur madrasah dalam pelatihan ini dinilai sangat strategis.
Pelatihan menghadirkan Janik Munandari sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Janik menyampaikan materi seputar dasar-dasar pembuatan konten, strategi penyusunan narasi, pemilihan visual yang tepat, hingga teknik sederhana pengambilan foto dan video untuk kebutuhan publikasi madrasah. Ia juga membagikan pengalaman praktis dalam mengelola konten media sosial agar lebih menarik dan konsisten.
“Konten yang baik adalah konten yang jujur, relevan, dan memiliki cerita. Kegiatan di madrasah sangat kaya, tinggal bagaimana kita mengemasnya agar mudah dipahami dan menarik bagi publik.” jelas Janik Munandari di hadapan peserta.
Kegiatan pelatihan ini juga didampingi oleh Tim Humas MAN 2 Bantul, yang selama ini aktif mengelola berbagai kanal informasi madrasah. Tim humas yang terlibat antara lain Nurhayati, Ken Ayu Kartikaningrum, Menara Lintang Was, Irani Trisnanda, dan Wahyu Nur. Kehadiran tim humas memberikan penguatan teknis sekaligus pendampingan langsung kepada peserta selama kegiatan berlangsung.
Pendampingan ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan secara langsung pembuatan konten sederhana yang dapat digunakan untuk mendukung publikasi kegiatan madrasah. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, termasuk saat diskusi dan praktik singkat yang disisipkan dalam pelatihan.
Melalui pelatihan ini, MAN 2 Bantul berharap terbangun kesadaran bersama bahwa publikasi bukan hanya menjadi tugas tim humas semata, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh warga madrasah. Setiap guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu berkontribusi dalam menyebarkan informasi positif, inspiratif, dan edukatif tentang madrasah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen MAN 2 Bantul dalam meningkatkan kualitas tata kelola informasi dan komunikasi publik, sejalan dengan semangat transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama. Dengan kemampuan pembuatan konten yang terus ditingkatkan, madrasah optimistis dapat semakin dikenal luas sebagai lembaga pendidikan yang aktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pelatihan pembuatan konten ini direncanakan menjadi agenda berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia MAN 2 Bantul, khususnya dalam bidang komunikasi dan publikasi madrasah berbasis digital. (ftr)






