Bantul (MAN 2 Bantul) — MAN 2 Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif dan berbasis digital melalui pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) menggunakan aplikasi Smart Mandaba. Pemanfaatan sistem digital ini mendukung pelaksanaan ujian yang efisien dan cepat. Pelaksanaan Ujian Madrasah di MAN 2 Bantul tahun pelajaran 2025/2026 dimulai 5 Februari hingga 11 Februari 2026.
Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati menyampaikan bahwa penggunaan Smart Mandaba menjadi solusi strategis dalam mendukung pelaksanaan ujian yang tertib, transparan, dan efisien. “Smart Mandaba kami gunakan untuk memastikan Ujian Madrasah berjalan lebih efektif, dan terkontrol. Sistem ini memungkinkan pelaksanaan ujian secara efisien dan hasilnya bisa langsung diketahuis setelah selesai ujian. ” ujarnya.
Smart Mandaba merupakan sistem digital internal MAN 2 Bantul yang dirancang untuk mendukung digitalisasi pembelajaran. Dalam Ujian Madrasah kali ini, Smart Mandaba digunakan mulai dari pengelolaan soal, pengerjaan ujian, hingga rekapitulasi hasil secara real time. Dengan sistem ini, guru dan panitia dapat memantau pelaksanaan ujian secara lebih akurat dan efisien.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana menambahkan bahwa pemanfaatan Smart Mandaba sejalan dengan upaya madrasah dalam menanamkan budaya literasi digital kepada siswa. “Melalui ujian berbasis Smart Mandaba, siswa tidak hanya diuji penguasaan materinya, tetapi juga dilatih untuk tertib, jujur, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.” jelasnya.
Panitia Ujian Madrasah MAN 2 Bantul juga telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari sosialisasi penggunaan Smart Mandaba, simulasi ujian, hingga pengecekan sarana prasarana pendukung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian Ujian Madrasah berjalan lancar, aman, dan sesuai prosedur.
Dengan pelaksanaan Ujian Madrasah berbasis SmartMandaba, MAN 2 Bantul menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu memberikan layanan pendidikan yang humanis dan berpihak pada kebutuhan peserta didik. Inovasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan madrasah dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (ftr)






