Bantul (MAN 2 Bantul) — Guru Sosiologi MAN 2 Bantul turut berpartisipasi dalam kegiatan Diskusi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Sosiologi yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi MA DIY . Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (3/2/26), bertempat di MAN 3 Bantul, dan diikuti oleh guru sosiologi Madrasah Aliyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan diskusi ini mengangkat tema penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) serta penerapan kurikulum berbasis cinta dalam mata pelajaran sosiologi. Tema tersebut dipilih sebagai respons atas kebutuhan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, empati sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan peserta didik.
Guru Sosiologi MAN 2 Bantul, Sri Suhartun hadir bersama para guru sosiologi MA lainnya dari berbagai kabupaten dan kota di DIY. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik guru sosiologi, khususnya dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini yang menuntut pembelajaran bermakna, kontekstual, serta berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.
Dalam diskusi tersebut, guru Sosiologi MAN 2 Bantul Sri Suhartun menyampaikan pandangan dan pengalaman terkait penerapan pembelajaran sosiologi yang berpusat pada peserta didik. Diskusi menekankan pentingnya membangun suasana belajar yang humanis, dialogis, dan penuh kepedulian, sehingga peserta didik tidak hanya memahami konsep sosial, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan diskusi dilakukan melalui metode pemaparan materi oleh narasumber, dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tukar pengalaman antar guru. Peserta diajak merancang strategi pembelajaran sosiologi yang mengintegrasikan nilai cinta, empati, dan kepedulian sosial ke dalam tujuan pembelajaran, materi, metode, serta asesmen.
Ketua MGMP Sosiologi MA DIYÂ Angga Dwi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran yang utuh, baik secara intelektual maupun emosional. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu menjadi fasilitator yang membimbing peserta didik dengan keteladanan, kepedulian, dan komunikasi yang positif. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, guru Sosiologi MAN 2 Bantul diharapkan dapat mengimplementasikan hasil diskusi ke dalam pembelajaran di madrasah. Dengan demikian, pembelajaran sosiologi dapat menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai sosial, serta pengembangan kesadaran kritis peserta didik terhadap realitas sosial di sekitarnya. (ss)






