Bekali Siswa Keterampilan Pasca-Lulus, Kelas Multimedia MAN 2 Bantul Pertajam Kemampuan Microsoft Word

Bantul (MAN 2 Bantul)  Persaingan dunia kerja dan tuntutan jenjang pendidikan tinggi saat ini tidak hanya mengandalkan nilai akademik semata, namun juga kemahiran dalam mengoperasikan aplikasi perkantoran secara profesional. Menyadari hal tersebut, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul terus berkomitmen membekali para siswanya dengan kompetensi teknis yang mumpuni.

Pada hari Rabu (28/1/2026), suasana Laboratorium Multimedia 1 MAN 2 Bantul tampak lebih sibuk dari biasanya. Puluhan siswa-siswi kelas XII B terlihat fokus di depan layar monitor masing-masing. Mereka tengah mengikuti sesi pendalaman materi dasar Microsoft Word yang diampu oleh Tuti Mulyati, guru mata pelajaran Multimedia di madrasah tersebut.

Tuti menjelaskan bahwa penguasaan Microsoft Word seringkali dianggap remeh karena sifatnya yang mendasar. Namun, pada kenyataannya, banyak kesalahan format dokumen yang dilakukan oleh pemula karena tidak memahami standar administrasi yang benar.

Keterampilan dasar aplikasi perkantoran ini adalah bekal mutlak bagi siswa setelah lulus nanti. Baik mereka akan melanjutkan ke bangku kuliah, bekerja di perkantoran, maupun berwirausaha, kemampuan menyusun dokumen yang rapi dan sesuai standar adalah nilai tambah yang sangat krusial,” ujar Tuti di sela-sela pemantauan praktikum.

Dalam pertemuan kali ini, para siswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung dihadapkan pada dua tugas praktek yang dirancang untuk menguji ketelitian dan pemahaman fitur aplikasi.

Tugas pertama berkaitan dengan kemampuan menuangkan ide dan mengatur tata letak dokumen formal. Siswa diminta untuk menuliskan sebuah ide usaha yang terdiri dari minimal dua paragraf lengkap dengan judul yang menarik. Dalam tugas ini, aspek teknis menjadi penilaian utama. Parameter yang ditetapkan antara lain:

  • Margin: Menggunakan opsi Moderate.

  • Orientasi: Portrait.

  • Ukuran Kertas: A4.

  • Font: Times New Roman dengan ukuran 12pt.

  • Spasi: Diatur secara presisi pada angka 1,5.

Penekanan pada pengaturan margin dan spasi ini bertujuan agar siswa terbiasa bekerja dengan standar dokumen resmi yang sering digunakan dalam dunia profesional maupun akademis.

Tugas kedua bergeser pada kemampuan pengolahan data tabel dan elemen visual. Para siswa diminta membuat daftar harga produk alat tulis. Tugas ini mencakup pembuatan tabel berukuran 3 kolom dan 6 baris. Tak hanya sekadar mengetik teks sesuai contoh, siswa juga ditantang untuk memasukkan gambar yang relevan pada kolom yang telah disediakan. Sebagai sentuhan akhir untuk memperkuat aspek profesionalitas dokumen, mereka wajib menambahkan fitur Header dan Footer pada lembar kerja tersebut.

Meskipun instruksi teknis sangat ketat, siswa kelas XII B terlihat antusias dalam mengeksplorasi ide usaha mereka. Ada yang menuliskan konsep kedai kopi literasi, jasa desain grafis, hingga usaha kerajinan tangan khas Bantul.

Saya baru sadar kalau mengatur margin dan spasi itu sangat berpengaruh pada keterbacaan sebuah dokumen. Tugas membuat tabel harga juga membantu saya membayangkan bagaimana nanti mengelola administrasi jika benar-benar punya usaha sendiri,” ungkap Riska salah satu siswa peserta praktek.

Melalui metode pembelajaran berbasis praktek (project-based learning) ini, MAN 2 Bantul berharap dapat mencetak lulusan yang tidak gagap teknologi. Laboratorium Multimedia 1 pun difungsikan secara maksimal sebagai kawah candradimuka bagi siswa untuk mengasah keterampilan teknis mereka sebelum benar-benar terjun ke masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung selama jam pelajaran tersebut diakhiri dengan evaluasi hasil kerja siswa secara langsung melalui jaringan lokal laboratorium. Hasil praktek ini akan menjadi bagian dari portofolio siswa yang menandakan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan era digital pasca-kelulusan mendatang. ™

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top