Guru Ekonomi MAN 2 Bantul Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Pasar Modal melalui Pemanfaatan Aplikasi IDX Mobile

Bantul (MANĀ  2 Bantul) – Dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional dan memperkuat literasi keuangan di lingkungan pendidikan, Guru Ekonomi MAN 2 Bantul mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi SMA–MA Kabupaten Bantul. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (22/1/26), bertempat di Aula SMA Negeri 3 Bantul, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan MGMP kali ini adalah pembelajaran pasar modal melalui pemanfaatan aplikasi IDX Mobile. Aplikasi ini merupakan platform resmi edukasi pasar modal yang dikembangkan oleh Bursa Efek Indonesia, yang dirancang untuk memberikan kemudahan akses informasi seputar pasar saham bagi masyarakat luas, termasuk guru dan pelajar.

Kegiatan MGMP menghadirkan pemateri Dwi Subeksi, Guru Ekonomi SMA Negeri 1 Bantul, yang menyampaikan materi pengenalan pasar modal dan strategi pembelajaran saham secara sederhana dan edukatif. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa pemahaman pasar modal merupakan bagian penting dari literasi keuangan yang perlu dikenalkan sejak dini kepada peserta didik.

IDX Mobile diperkenalkan sebagai media pembelajaran yang efektif karena menyajikan data pasar modal secara real-time, mulai dari informasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), data saham perusahaan tercatat, hingga berita dan edukasi pasar modal. Melalui aplikasi ini, guru dan siswa dapat belajar mengenal dunia saham secara bertahap tanpa harus langsung melakukan transaksi, sehingga aman dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Pemateri menekankan bahwa belajar saham melalui IDX Mobile bukanlah tentang mengajak siswa untuk berspekulasi, melainkan mengenalkan mekanisme pasar modal, prinsip investasi yang sehat, serta pentingnya analisis dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan ekonomi. Dengan pendekatan edukatif, siswa diharapkan mampu memahami risiko dan manfaat investasi secara seimbang.

Dalam konteks pembelajaran ekonomi, pemanfaatan IDX Mobile dinilai mampu menjembatani materi teori dengan praktik. Konsep-konsep seperti pasar modal, saham, emiten, dan indeks yang selama ini dianggap abstrak dapat dipahami lebih mudah melalui pengamatan langsung data dan informasi yang tersedia di aplikasi. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata.

Salah satu guru Ekonomi MAN 2 Bantul yang mengikuti kegiatan MGMP ini adalah Fitria Endang Susana. Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan aplikasi IDX Mobile sangat membantu guru dalam menyampaikan materi pasar modal kepada siswa. Menurutnya, penggunaan media digital membuat pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik generasi peserta didik saat ini.

Selain pemaparan materi, kegiatan MGMP juga diisi dengan diskusi dan berbagi pengalaman antarguru ekonomi SMA dan MA se-Kabupaten Bantul. Para peserta mendiskusikan berbagai strategi pembelajaran pasar modal, seperti penugasan pengamatan pergerakan saham, analisis sederhana perusahaan terbuka, hingga pengenalan profesi di bidang pasar modal. Diskusi berlangsung aktif dan produktif, mencerminkan semangat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pemanfaatan aplikasi IDX Mobile dalam pembelajaran ekonomi juga dinilai sejalan dengan upaya pencegahan investasi ilegal di kalangan generasi muda. Dengan pemahaman yang benar tentang pasar modal resmi, siswa diharapkan tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi yang tidak jelas dan berisiko tinggi. Literasi keuangan yang kuat menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Melalui kegiatan MGMP Ekonomi SMA–MA Kabupaten Bantul ini, Guru Ekonomi MAN 2 Bantul diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan inovasi pembelajaran, khususnya dalam materi pasar modal. Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran menjadi langkah strategis untuk menyiapkan peserta didik yang cerdas finansial, kritis, dan bertanggung jawab.

Ke depan, MAN 2 Bantul berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan profesional guru melalui keikutsertaan dalam berbagai forum ilmiah dan kegiatan peningkatan kompetensi. Dengan guru yang adaptif dan melek literasi keuangan, madrasah optimis dapat melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan sertaĀ  mampu mengambil keputusan ekonomi secara bijak dan berlandaskan pengetahuan yang benar. (ftr)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top