Bantul (MAN 2 Bantul) – Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi, termasuk dalam pembelajaran ekonomi. Menyikapi hal tersebut, Guru Ekonomi MAN 2 Bantul mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi SMAāMA Kabupaten Bantul yang diselenggarakan pada Kamis (22/1/26). Kegiatan ini berlangsung di Aula SMA Negeri 3 Bantul mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
MGMP Ekonomi kali ini mengangkat tema ekonomi digital, sebuah topik aktual yang relevan dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Kegiatan menghadirkan pemateri Dwi Subeksi, Guru Ekonomi SMA Negeri 1 Bantul, yang menyampaikan materi secara komprehensif dan aplikatif. Para guru ekonomi SMA dan MA se-Kabupaten Bantul tampak antusias mengikuti kegiatan yang dikemas dalam suasana diskusi aktif dan interaktif.
Dalam pemaparannya, Dwi Subeksi menjelaskan bahwa ekonomi digital merupakan aktivitas ekonomi yang memanfaatkan teknologi digital dan internet sebagai sarana utama dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi barang maupun jasa. Ekonomi digital di Indonesia saat ini telah merambah ke berbagai sektor kehidupan dan membentuk ekosistem baru yang meningkatkan efisiensi, kecepatan, serta jangkauan layanan. Kondisi ini menjadi peluang besar, sekaligus tantangan yang harus dipahami oleh dunia pendidikan.
Salah satu sektor yang berkembang pesat adalah sektor transportasi dan logistik atau mobility. Pada sektor ini dikenal konsep sharing economy dan layanan on-demand. Aplikasi layanan transportasi daring menghubungkan penumpang dan pengemudi secara real-time, sementara layanan logistik berbasis aplikasi memudahkan masyarakat dalam pengiriman barang dan paket secara cepat dan transparan.
Selain itu, sektor kesehatan atau HealthTech juga mengalami transformasi signifikan. Melalui aplikasi telemedisin, masyarakat kini dapat melakukan konsultasi dokter, membeli obat, hingga membuat janji layanan kesehatan secara daring. Digitalisasi layanan kesehatan ini dinilai mampu meningkatkan akses dan kualitas layanan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan jarak dan waktu.
Sektor keuangan atau Financial Technology (Fintech) menjadi penggerak utama ekonomi digital di Indonesia. Kehadiran dompet digital, layanan mobile banking, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), payment gateway, hingga peer-to-peer lending telah memperluas inklusi keuangan masyarakat. Transaksi keuangan menjadi lebih mudah, cepat, dan aman, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis digital.
Di bidang perdagangan, e-commerce menjadi salah satu komponen terbesar dalam ekonomi digital. Platform perdagangan daring memungkinkan penjual dan pembeli bertransaksi tanpa kehadiran fisik, membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Sementara itu, sektor pendidikan atau EdTech memanfaatkan teknologi digital untuk menghadirkan proses belajar mengajar yang lebih fleksibel melalui berbagai platform pembelajaran daring.
Ekonomi digital juga merambah sektor pariwisata melalui Online Travel Agent (OTA) yang memudahkan pemesanan tiket dan akomodasi. Di sektor pertanian dan perikanan, AgriTech dan Aquatech memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan platform digital untuk meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi. Sektor media dan hiburan digital pun berkembang melalui layanan streaming, konten kreator, dan live streaming yang semakin diminati masyarakat.
Salah satu guru Ekonomi MAN 2 Bantul yang mengikuti kegiatan MGMP ini adalah Fitria Endang Susana. Ia menyampaikan bahwa materi ekonomi digital sangat penting untuk dipahami dan diintegrasikan dalam pembelajaran ekonomi di madrasah. Menurutnya, peserta didik perlu dibekali literasi ekonomi dan digital agar mampu memahami fenomena ekonomi di sekitarnya serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Melalui MGMP ini, para guru ekonomi memperoleh wawasan baru sekaligus inspirasi untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman. Diskusi antarguru juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik dalam mengajarkan materi ekonomi digital di kelas.
Kegiatan MGMP Ekonomi SMAāMA Kabupaten Bantul diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru dan mendukung terwujudnya pembelajaran ekonomi yang adaptif dan inovatif. Sejalan dengan proyeksi bahwa ekonomi digital Indonesia akan terus tumbuh pesat dan volume transaksinya diperkirakan meningkat hingga empat kali lipat pada tahun 2030, peran guru menjadi kunci dalam menyiapkan generasi yang cakap, kritis, dan siap bersaing di era ekonomi digital. (ftr)






