Persiapan Menuju Guru Profesional, Guru MAN 2 Bantul Ikuti Pembekalan UKPPPG Batch 4 Tahun 2025

Bantul (MAN 2 Bantul)  Upaya peningkatan kualitas tenaga pendidik di lingkungan Kementerian Agama terus bergulir. Sebagai bagian dari tahapan penting dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG), guru dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul turut berpartisipasi dalam agenda Pembekalan Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) Dalam Jabatan Kemenag Mata Pelajaran Umum Batch 4 Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting pada Senin (29/12/2025).

Pembekalan ini merupakan langkah krusial bagi para guru yang sedang menempuh sertifikasi untuk memantapkan kesiapan mereka menghadapi ujian akhir yang menentukan predikat “Guru Profesional”. Salah satu peserta dari MAN 2 Bantul yang mengikuti kegiatan ini adalah Tuti Mulyati, guru mata pelajaran Informatika.

UKPPPG adalah muara dari seluruh rangkaian program PPG Dalam Jabatan. Uji kompetensi ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan alat ukur apakah seorang guru telah memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang sesuai dengan standar nasional.

Kegiatan pembekalan yang digelar hari ini bertujuan untuk memberikan gambaran teknis dan substansial mengenai pelaksanaan ujian. Dalam sambutan pembukaannya, panitia penyelenggara menekankan bahwa Batch 4 Tahun 2025 ini menuntut kedisiplinan tinggi, terutama dalam penguasaan teknologi informasi karena format ujian yang mayoritas dilakukan berbasis domisili dan daring.

Sesi pembekalan ini menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Phil Rahmatul Irfan selaku pemateri akademik. Dalam paparannya, beliau mengupas mengenai dua pilar uji kompetensi. Ujian tertulis (UT) menilai pengetahuan dan pemahaman dalam mengelola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dilaksanakan secara daring berbasis komputer (UTBK) dari domisili masing-masing. Ujian kinerja (UKin) menilai kompetensi praktik mengajar Anda secara nyata di kelas. Dilaksanakan secara daring melalui unggah dokumen dan video pembelajaran,” ujar Phil Rahmatul Irfan dalam sesi presentasinya.

   

Selanjutnya, materi teknis disampaikan oleh Prita Paramesti Cahyani yang fokus pada aspek teknologi informasi (IT). Mengingat pelaksanaan ujian menggunakan sistem daring, penguasaan aplikasi ujian, stabilitas jaringan, dan tata tertib pengawasan virtual menjadi hal yang sangat vital. Prita memberikan panduan langkah demi langkah terkait teknis pengoperasian aplikasi UKin.

Kegiatan pembekalan ini dilakukan secara masif dan terorganisir. Panitia membagi peserta ke dalam berbagai breakout room berdasarkan bidang studi masing-masing untuk memastikan penyampaian materi lebih spesifik dan efektif. Adapun bidang studi yang terlibat meliputi:

  • Bahasa Indonesia

  • Bahasa Inggris (dibagi ke dalam kelas A dan B)

  • Ekonomi

  • Fisika

  • Geografi

  • Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

  • Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

  • Informatika

  • Matematika

  • Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK)

  • Pendidikan Pancasila

Jadwal pelaksanaan pun disusun dalam dua sesi waktu guna mengakomodasi banyaknya jumlah peserta. Sesi 1 dimulai pada pukul 07.30 hingga 10.00 WIB, sedangkan Sesi 2 berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 13.00 WIB.

Tuti Mulyati, yang mengikuti sesi Informatika, menyatakan bahwa pembekalan ini sangat membantu dalam mereduksi kecemasan menghadapi ujian. “Materi yang disampaikan sangat detail, mulai dari bagaimana menyusun portofolio yang benar hingga teknis mengunggah video pembelajaran yang menjadi bagian dari penilaian UKPPPG,” ungkapnya.

Kepala MAN 2 Bantul secara terpisah memberikan dukungan penuh bagi para guru yang sedang berjuang dalam program PPG ini. Pihak madrasah berharap melalui pembekalan yang intensif ini, para guru dapat lulus dengan hasil yang memuaskan dan membawa perubahan positif bagi kualitas pembelajaran di madrasah.

Dengan berakhirnya sesi pembekalan ini, para peserta kini memasuki fase belajar mandiri dan simulasi akhir. Semangat yang ditunjukkan oleh para guru MAN 2 Bantul menjadi bukti komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya di bawah naungan Kementerian Agama. ™

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top