SPAB Bantul Adakan Penyuluhan dalam Kegiatan MATSAMA di MAN 2 Bantul

Bantul (MAN 2 Bantul) — Dalam upaya mewujudkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dan sigap menghadapi tantangan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul sukses menyelenggarakan kegiatan penyuluhan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada Selasa (15/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian integral dari rangkaian Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Tahun Pelajaran 2025/2026, yang bertujuan untuk membekali seluruh peserta didik baru dengan pemahaman mendalam tentang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Kegiatan yang dilaksanakan adalah penyuluhan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Penyuluhan ini fokus pada pembekalan pengetahuan dan keterampilan praktis terkait mitigasi bencana, prosedur evakuasi darurat, serta urgensi kesiapsiagaan diri terhadap berbagai potensi ancaman bencana yang kerap terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Bantul. Materi yang disampaikan mencakup simulasi evakuasi dan diskusi interaktif, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam memahami langkah-langkah penyelamatan diri. Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen MAN 2 Bantul untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga adaptif dan responsif terhadap kondisi darurat.

Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kabupaten Bantul adalah pihak penyelenggara utama kegiatan penyuluhan ini, berkolaborasi erat dengan MAN 2 Bantul. Narasumber ahli dalam penyuluhan ini berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, yang memiliki kapabilitas dan pengalaman mumpuni dalam menyampaikan materi mitigasi bencana.

Peserta kegiatan ini adalah seluruh peserta didik baru MAN 2 Bantul Tahun Pelajaran 2025/2026. Mereka merupakan target utama dari penyuluhan ini, mengingat pentingnya menanamkan kesadaran dan keterampilan tanggap bencana sejak awal masa pendidikan mereka di madrasah.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, juga turut berperan aktif dalam memberikan sambutan dan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Beliau menekankan pentingnya kegiatan semacam ini dalam membentuk karakter siswa yang berempati dan siap siaga.

Kegiatan penyuluhan ini berlangsung di lingkungan MAN 2 Bantul. Lokasi ini dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena merupakan lingkungan belajar para peserta didik, sehingga materi yang disampaikan dapat langsung diaplikasikan dan diinternalisasikan dalam konteks madrasah yang mereka tempati sehari-hari. Penyelenggaraan di madrasah juga memudahkan koordinasi antara pihak SPAB, BPBD, dan manajemen MAN 2 Bantul.

Tujuan utama penyuluhan ini adalah mendukung upaya penguatan karakter dan kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menegaskan bahwa penyuluhan ini sangat krusial untuk menanamkan kesadaran dini kepada siswa mengenai pentingnya tanggap bencana. Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kesiapan menghadapi situasi darurat.

Kabupaten Bantul, sebagaimana daerah lain di Indonesia, memiliki potensi kerentanan terhadap berbagai jenis bencana, seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran. Oleh karena itu, membekali peserta didik dengan pengetahuan mitigasi dan keterampilan evakuasi merupakan investasi jangka panjang untuk keselamatan mereka dan komunitas madrasah secara keseluruhan. Dengan adanya penyuluhan ini, MAN 2 Bantul berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan madrasah yang aman, tanggap, dan tangguh terhadap bencana, sehingga proses pendidikan dapat berjalan optimal tanpa kekhawatiran yang berlebihan terhadap ancaman bencana.

Penyuluhan dilaksanakan dengan menghadirkan narasumber dari BPBD Kabupaten Bantul. Materi yang disampaikan meliputi mitigasi bencana, prosedur evakuasi darurat, dan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. Sesi penyuluhan dirancang agar interaktif, melibatkan simulasi evakuasi dan diskusi aktif antara narasumber dan para siswa. Suasana penyuluhan digambarkan berlangsung antusias dan edukatif, menunjukkan bahwa para siswa menyambut baik dan terlibat penuh dalam setiap sesi. Metode ini dinilai efektif untuk memastikan bahwa informasi tidak hanya diterima secara pasif, tetapi juga dipraktikkan dan dipahami secara mendalam, sehingga siswa benar-benar siap menghadapi skenario bencana yang mungkin terjadi di masa depan. Kolaborasi antara SPAB Kabupaten Bantul dan MAN 2 Bantul menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini, menunjukkan sinergi positif antara lembaga pendidikan dan pihak berwenang dalam upaya pembentukan karakter dan kesiapsiagaan bencana pada generasi muda. (Mubtadi`in)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top