Jelajah Imaji: Kolaborasi Mahasiswa UNY dan Siswa MAN 2 Bantul Ciptakan Karya Visual Penuh Makna

Bantul (MAN 2 Bantul) — Suasana semarak dan penuh semangat kreativitas memenuhi Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul hari ini, Kamis (31/7/2025). Siswa-siswi dari kelas X, XI, dan XII larut dalam kegiatan bertajuk “Jelajah Imaji: Ciptakan Karya”, sebuah lokakarya pembuatan video edukatif yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-57 MAN 2 Bantul sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Kolaborasi apik ini terwujud berkat sinergi dengan mahasiswa Program Kampus Mengajar (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang dengan antusias membagikan ilmu dan pengalaman mereka kepada para peserta.

“Jelajah Imaji” bukan sekadar lokakarya biasa, melainkan sebuah wadah inspiratif yang mengajak para siswa untuk menyelami dunia produksi video dari hulu ke hilir. Sejak pagi, para peserta telah diajak untuk menggali ide-ide segar, memahami dasar-dasar produksi video, hingga praktik langsung menciptakan konten visual yang tidak hanya menarik tetapi juga memiliki nilai edukatif yang kuat. Lebih dari sekadar keterampilan teknis, program ini secara khusus mendorong siswa untuk berani menyampaikan gagasan mereka secara kreatif dan membangun narasi positif melalui media digital. Dalam era informasi yang serba cepat ini, kemampuan untuk menyaring dan menyajikan informasi secara efektif menjadi sangat krusial, dan inilah yang ditekankan dalam setiap sesi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, dengan penuh antusiasme. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa “Jelajah Imaji” selaras dengan visi madrasah dalam penguatan literasi digital dan pembentukan karakter siswa yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “Kami sangat mengapresiasi sinergi yang terjalin erat dengan mahasiswa UNY ini. Ini merupakan langkah nyata menuju pendidikan abad ke-21 yang mengedepankan nilai dan inovasi,” ujar Nur Hasanah.

Beliau juga menambahkan bahwa literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan, dan MAN 2 Bantul berkomitmen untuk membekali siswanya dengan keterampilan yang relevan agar siap menghadapi tantangan global. Pentingnya karakter yang kuat, seperti berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif, juga menjadi fokus utama dalam setiap kegiatan di madrasah ini.

Senada dengan pernyataan Kepala Madrasah, Koordinator mahasiswa PK UNY yang turut mendampingi kegiatan ini menjelaskan bahwa “Jelajah Imaji” memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu membangkitkan potensi generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas dan produktif. “Di era digital saat ini, teknologi bisa menjadi pedang bermata dua. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa para siswa MAN 2 Bantul tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen konten yang bertanggung jawab dan inspiratif,” tuturnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya etika dalam berinteraksi di dunia maya, serta bagaimana konten positif dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat luas.

Para siswa terlihat sangat antusias sepanjang kegiatan. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, setiap kelompok berkolaborasi untuk merancang, merekam, dan mengedit video edukatif mereka sendiri. Materi yang disampaikan oleh para mahasiswa PK UNY meliputi teknik dasar pengambilan gambar, penyusunan naskah video, penggunaan aplikasi pengeditan sederhana, hingga tips dan trik agar video mereka dapat menarik perhatian audiens. Diskusi interaktif sering kali mewarnai sesi-sesi pelatihan, menunjukkan tingkat partisipasi aktif para peserta. Beberapa siswa bahkan menunjukkan bakat alami dalam bercerita dan visualisasi, menghasilkan karya-karya awal yang menjanjikan.

Salah satu siswa kelas XI, Fajar, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti lokakarya ini. “Awalnya saya kira membuat video itu sulit, tapi setelah dijelaskan dan praktik langsung bersama kakak-kakak UNY, ternyata seru sekali. Saya jadi punya ide untuk membuat video tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan cara yang lebih modern,” katanya dengan mata berbinar.

Senada dengan Fajar, Amelia, siswi kelas X, merasa bahwa kegiatan ini membuka wawasannya tentang potensi media sosial sebagai sarana edukasi. “Selama ini saya hanya pakai media sosial untuk hiburan. Sekarang saya tahu, media sosial juga bisa jadi tempat untuk berbagi ilmu dan informasi penting,” ujarnya.

Kegiatan “Jelajah Imaji” ini jauh melampaui sekadar lokakarya teknis. Ini adalah sebuah wadah aktualisasi diri yang memperkuat identitas pelajar madrasah sebagai insan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman yang terus bergerak cepat. MAN 2 Bantul, melalui inisiatif seperti ini, terus membuktikan komitmennya bahwa pendidikan berbasis karakter dan teknologi dapat berjalan beriringan, mencetak generasi yang tak hanya pintar dalam buku, tetapi juga inspiratif dalam karya dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa. Perayaan HUT ke-57 MAN 2 Bantul dan HUT ke-80 Republik Indonesia kali ini terasa semakin bermakna dengan lahirnya bibit-bibit konten kreator muda yang siap menyuarakan ide-ide cemerlang mereka melalui media digital. Program ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi kegiatan serupa di masa mendatang, terus memupuk talenta dan inovasi di kalangan siswa madrasah. (Rys)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top