Bantul (MAN 2 Bantul)– Laboratorium Multimedia 2 MAN 2 Bantul menjadi saksi pertemuan kedua bagi siswa kelas X-E jurusan Multimedia hari ini, Senin (28/7/2025). Dalam sesi yang dipimpin oleh guru Multimedia, Menara Lintang Was, S.Pd., para siswa mendapatkan bekal penting seputar Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), serta Tahapan Umum Manajemen Produksi Desain yang krusial dalam industri kreatif.
Pentingnya K3LH dalam Dunia Kreatif
Pertemuan ini dibuka dengan pembahasan mendalam mengenai K3LH, sebuah aspek yang seringkali terabaikan namun memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Menara menekankan bahwa K3LH tidak hanya mencakup kesehatan dan keselamatan karyawan secara fisik, tetapi juga bagaimana K3LH diterapkan secara spesifik pada sektor ekonomi kreatif, termasuk produksi film, grafis, dan film.
“Kenyamanan tempat kerja, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta reputasi dan kepercayaan pelanggan adalah tiga pilar penting yang tidak bisa dilepaskan dari praktik K3LH yang baik,” ujar Menara. Ia menjelaskan bahwa dalam bidang multimedia, penerapan K3LH melibatkan beberapa langkah praktis. Ini termasuk menyusun area kerja yang aman dan nyaman, mengatur kecerahan layar untuk menjaga kesehatan mata, melakukan refleksi mata secara berkala, serta mengatur posisi kerja yang ergonomis untuk mencegah cedera.
Selain itu, aspek lain seperti penggunaan pakaian kerja yang sesuai di bidang Desain Komunikasi Visual (DKV), mengatur waktu kerja agar tidak berlebihan, dan melakukan kerja sama tim yang solid juga merupakan bagian integral dari K3LH. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ini, diharapkan para siswa dapat bekerja secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan dan keselamatan mereka.
Membangun Karya Optimal: Tahapan Manajemen Produksi Desain
Setelah sesi K3LH, materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Tahapan Umum Manajemen Produksi Desain. Manajemen produksi dalam desain didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian terhadap seluruh tahapan produksi karya desain. Tujuannya adalah memastikan setiap proyek berjalan secara efisien, efektif, tepat waktu, dan sesuai tujuan komunikasi visual yang telah ditetapkan.
Menara menguraikan lima tahapan utama dalam manajemen produksi desain:
- PLANNING (Perencanaan): Tahap awal ini sangat fundamental. Di sini, desainer atau tim produksi menentukan tujuan desain yang jelas, menyusun jadwal dan alur kerja yang realistis, serta menyusun anggaran biaya yang diperlukan. Perencanaan yang matang menjadi fondasi bagi kelancaran proyek.
- PRA-PRODUKSI: Pada tahap ini, dilakukan riset pasar, riset klien, dan riset audiens secara mendalam untuk memahami kebutuhan dan preferensi. Hasil riset ini kemudian digunakan untuk penyusunan konsep desain yang kuat, termasuk pembuatan storyboard untuk visualisasi awal.
- PRODUKSI: Ini adalah tahap di mana ide-ide diwujudkan. Meliputi eksekusi visual seperti ilustrasi, fotografi, dan layout. Para siswa diajarkan untuk memanfaatkan berbagai software desain populer seperti Canva, Photoshop, Adobe Illustrator, dan CorelDraw dalam proses ini.
- PASCA-PRODUKSI: Setelah elemen visual selesai, tahap ini berfokus pada finalisasi desain, proofing atau revisi berdasarkan masukan, dan output media baik dalam bentuk digital maupun cetak. Kualitas akhir karya sangat ditentukan pada tahap ini.
- EVALUASI: Tahap terakhir ini penting untuk mengukur keberhasilan proyek. Desain ditempatkan pada media yang sesuai (website, sosial media, baliho, packaging, dll), kemudian dilakukan evaluasi efektivitas desain tersebut dan pengumpulan umpan balik dari audiens atau klien untuk perbaikan di masa mendatang.
Sebagai penutup sesi, Menara memberikan tugas praktikum kepada siswa. Mereka diminta untuk memilih salah satu bidang industri kreatif (Ilustrasi, Desain Grafis, Fotografi, Videografi, Advertising, atau Animasi) dan membuat simulasi manajemen produksi desain dari riset pasar hingga evaluasi. Tugas ini harus disajikan dalam ditulis tangan di buku
Struktur simulasi yang diminta meliputi: Perencanaan (Planning), Pra-Produksi, Produksi, Pasca-Produksi, Distribusi & Evaluasi
Selain simulasi, siswa juga diminta untuk menyertakan analisis K3LH yang relevan dengan bidang yang dipilih, serta daftar peralatan yang digunakan. Tugas ini dirancang untuk memastikan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan konsep K3LH dan manajemen produksi desain dalam skenario praktis, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di dunia industri kreatif yang sesungguhnya.
Dengan bekal ini, diharapkan siswa MAN 2 Bantul Jurusan Multimedia tidak hanya terampil dalam menghasilkan karya visual, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja dan kemampuan manajerial yang baik, menjadikan mereka profesional yang kompeten dan bertanggung jawab di masa depan. ™