Pengajian Keluarga Besar MAN 2 Bantul: Menguatkan Nilai Islam dalam Keluarga dan Pendidikan

Bantul (MAN 2 Bantul) – Sebagai upaya untuk memperkuat ikatan kebersamaan serta menanamkan nilai-nilai religius di lingkungan pendidikan, keluarga besar MAN 2 Bantul menyelenggarakan pengajian bersama pada Sabtu (19/7/25). Kegiatan ini berlangsung di Omah Kampung, yang beralamat di Jl. Bantul No.2 Km.9, Bakalan, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, dan mengusung tema ā€œMenghidupkan Nilai-nilai Islam dalam Kehidupan Keluarga dan Pendidikan.ā€ KH Burhanudin, seorang ulama dari Pondok Pesantren Al-Muawwanah yang berlokasi di Ponggok, Trimulyo, Jetis, Bantul, diundang sebagai penceramah utama.

Rangkaian acara dimulai pukul 09.30 dan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Kepala MAN 2 Bantul Nur Hasanah Rahmawati, Pengawas Madrasah Heni Prilantari, Ketua Komite Madrasah Atmaturida, serta segenap guru, staf, dan keluarga mereka. Kehadiran anggota keluarga dari para tenaga pendidik memberikan suasana yang lebih akrab dan mendalam, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang ibadah, tetapi juga sarana mempererat hubungan kekeluargaan dalam lingkup madrasah.

Dalam sambutannya, Nur Hasanah Rahmawati menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia menyatakan bahwa kegiatan pengajian seperti ini sangat penting untuk terus digelar, karena mampu menghidupkan semangat spiritual di tengah kesibukan aktivitas pendidikan. ā€œSemoga ajaran-ajaran Islam yang kita peroleh hari ini bisa kita terapkan di rumah, dan menjadi kekuatan moral dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan orang tua.ā€ ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MAN 2 Bantul dalam membentuk karakter religius dan memperkuat jalinan sosial antarwarga madrasah. Pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH Burhanudin, kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang mempererat keakraban antar peserta. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan begitu terasa, menjadikan kegiatan ini bukan sekadar pengajian, tetapi juga momen membangun harmoni dan kekuatan batin dalam lingkungan madrasah. (ith)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top