Bantul (MAN 2 Bantul) – Suasana pagi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bantul hari ini, Kamis (10/7/2025), terasa berbeda dari libur sekolah biasanya. Meskipun siswa masih menikmati masa liburan, para guru dan staf pengajar sudah kembali aktif masuk sekolah. Namun, bukannya langsung berfokus pada persiapan pembelajaran semester baru, hari pertama masuk kerja ini justru diwarnai kesibukan yang cukup menyita waktu: pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Triwulan II tahun 2025.
Sejak pukul 07.00 WIB, ruang guru MAN 2 Bantul sudah dipenuhi aktivitas. Para guru tampak serius di depan laptop masing-masing, sebagian berdiskusi kecil dengan rekan sejawat, dan beberapa lainnya terlihat bolak-balik bertanya kepada operator atau guru sejawat yang lebih memahami teknis pengisian SKP. Aroma kopi dan teh hangat menemani kesibukan pagi itu, menandakan dimulainya kembali rutinitas kerja setelah jeda liburan.
Kepala MAN 2 Bantul, Ibu Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., menjelaskan bahwa pengisian SKP triwulan II ini memang menjadi prioritas di hari pertama masuk kerja. “Ini adalah bagian dari evaluasi kinerja rutin yang harus kita lakukan. Meskipun di hari pertama masuk, ini penting agar laporan kinerja triwulan kedua dapat segera diselesaikan dan diserahkan sesuai jadwal,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya. Beliau menambahkan bahwa proses pengisian SKP yang tepat waktu akan sangat membantu kelancaran administrasi kepegawaian madrasah.
Salah seorang guru senior, Ibu Nur Khasanah, S.Pd., yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, mengaku sedikit kewalahan dengan tenggat waktu pengisian SKP yang berdekatan dengan masa liburan. “Seharusnya memang sudah disiapkan dari jauh-jauh hari, tapi terkadang ada saja kesibukan lain yang membuat tertunda. Jadi, hari ini harus dikebut,” katanya sambil tersenyum tipis. Ia menambahkan bahwa format pengisian SKP daring yang baru membutuhkan sedikit adaptasi, sehingga prosesnya tidak bisa secepat yang dibayangkan.
SKP sendiri merupakan salah satu instrumen penting dalam penilaian kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk guru. Dokumen ini berisi target kinerja yang harus dicapai oleh seorang pegawai dalam periode tertentu, serta realisasi pencapaiannya. Untuk triwulan II, para guru harus melaporkan capaian kinerja mereka dari bulan April hingga Juni 2025, termasuk kegiatan pembelajaran, pengembangan diri, dan tugas tambahan lainnya yang relevan.
Beberapa guru lainnya juga mengungkapkan hal senada. Bapak Nasirudin, S.Ag, guru mata pelajaran Fiqih, berharap agar ke depannya ada sosialisasi atau bimbingan teknis yang lebih intensif terkait pengisian SKP, terutama jika ada perubahan format atau sistem. “Terkadang kita butuh waktu lebih untuk memahami detailnya, apalagi di tengah kesibukan mengajar,” jelasnya.
Meskipun disibukkan dengan urusan administrasi, semangat para guru MAN 2 Bantul untuk kembali bertugas tidak luntur. Setelah urusan SKP selesai, mereka akan segera fokus pada persiapan tahun ajaran baru, menyusun rencana pembelajaran, dan mengikuti berbagai rapat koordinasi untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal. Hari ini mungkin diawali dengan tumpukan laporan, namun esok hari, ruang-ruang kelas di MAN 2 Bantul akan kembali diramaikan oleh canda tawa dan semangat belajar para siswa. (SS)