MAN 2 Bantul Bangun Biah Lughowiyah Lewat Pembelajaran Bahasa Arab yang Atraktif

Bantul (MAN 2 Bantul) — Suasana pembelajaran Bahasa Arab di kelas XI B dan XI C MAN 2 Bantul tampak berbeda dari biasanya, kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan penuh semangat, ceria, dan interaktif saat siswa mengikuti materi “Tashrif Istilahi Ilmu Shorof” bersama guru Bahasa Arab, Abdul Ghofur pada Selasa (14/5/26).

Pada pembelajaran tersebut, siswa mempelajari berbagai bentuk dan macam-macam wazan fi’il madhi mujarrad yang terdiri atas enam bentuk, di antaranya wazan fa‘ala-yaf‘ulu, fa‘ala-yaf‘ilu, fa‘ala-yaf‘alu, fa‘ila-yaf‘alu, fa‘ula-yaf‘ulu, dan fa‘ila-yaf‘ilu. Selain itu, siswa juga mempelajari tsulasi mazid biharfīn seperti faa‘ala-yufaa‘ilu-mufaa‘alatan dan bentuk lainnya dalam ilmu shorof.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka secara bergantian mentashrif berbagai bentuk kata dan kalimat. Suasana kelas menjadi semakin hidup karena kegiatan dilakukan secara bersahut-sahutan, diiringi lagu, tepuk tangan, dan sorak semangat dari siswa.

Beberapa siswa yang aktif mengikuti pembelajaran di antaranya Ani, Ahmad, dan Farida dari kelas XI B, serta Nurul, Nora, Johan, dan Irfan dari kelas XI C. Mereka tampak bersemangat saat melafalkan tashrif seperti fa‘ala-yaf‘ulu-fa‘lan-wa maf‘alan, nashora-yanshuru-nashran-wa mansharan, hingga madda-yamuddu-maddan secara bergantian bersama teman-temannya.

Abdul Ghofur menjelaskan bahwa pembelajaran Bahasa Arab di kelas XI merupakan bagian dari sinergi antara pengelolaan pembelajaran yang adaptif, dukungan madrasah terhadap inovasi pembelajaran, serta keterlibatan aktif guru dan peserta didik dalam penerapan kurikulum modern.

Pembelajaran Bahasa Arab tidak hanya menekankan kaidah gramatikal semata, tetapi juga pendekatan humanis dan spiritual agar siswa mencintai bahasa Al-Qur’an. Penguatan lingkungan bahasa atau Biah Lughowiyah menjadi kunci penting dalam pengembangan kemampuan berbahasa siswa,” ungkap Abdul Ghofur.

Ia menambahkan bahwa pengajaran ilmu qawaid, nahwu, dan shorof atau tashrif istilahi tetap menjadi bagian penting selain penguatan empat keterampilan berbahasa, yakni menyimak, membaca, menulis, dan berbicara.

Sementara itu, Irfan mengaku senang mengikuti pembelajaran Bahasa Arab dengan metode yang interaktif dan menyenangkan tersebut. Menurutnya, pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami karena dilakukan bersama-sama dengan iringan lagu dan semangat teman-teman sekelas.

Pembelajarannya jadi lebih seru dan tidak membosankan. Kami jadi lebih mudah menghafal tashrif karena dilakukan bersama-sama dan penuh semangat,” ujar Irfan.

Dengan suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan tersebut, diharapkan siswa MAN 2 Bantul semakin termotivasi dalam mempelajari Bahasa Arab sekaligus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun pembelajaran keagamaan.

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top