Menulis Cerpen bagi Pemula

Menulis Cerpen bagi Pemula

oleh: Nur Khasanah, S.Pd. (Guru Bahasa Indonesia MAN 2 Bantul)

 

Sebelum menulis cerpen sebaiknya kita pahami dulu tentang cerpen. Cerpen pada dasarnya dapat dibaca dalam sekali waktu. Hal ini sesuai dengan pendapat Sumardjo (2007: 22) yang menyatakan bahwa cerpen merupakan fiksi yang selesai dibaca dalam sekali duduk. Oleh sebab itu, cerita yang disajikan dalam cerpen terbatas hanya memiliki satu kisah/peristiwa. Cerpen yang ideal terdiri dari 3 halaman dan maksimal 10 halaman.

Menulis cerpen kadang membuat siswa bingung untuk menentukan apa yang harus ditulis dan bagaimana untuk memulainya. Hal ini juga terjadi pada siswa MAN 2 Bantul. Guru berperan mengubah pandangan siswa bahwa menulis cerpen merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan dan dapat menghasilkan uang jika ditekuni.

Ada empat langkah yang harus dilakukan sebelum menulis cerpen bagi pemula, yaitu:

Pertama, yaitu mencari ide. Ide menulis cerpen dapat berdasarkan pengalaman pribadi atau mengamati kehidupan orang lain untuk mendapatkan ide. Menurut Plato, cerpen (karya sastra) adalah tiruan dari kehidupan nyata. Cerpen ditulis berdasarkan imajinasi pengarangnya yang berasal dari pengalaman yang mengesankan, baik berupa kesedihan, keharuan, kebahagiaan, maupun ketaatan beragama.

Kedua, yaitu memikirkan jalan ceritanya. Membuat gambaran utuh cerpen dalam bentuk bagan sederhana dengan cara menentukan masalah utama yang akan diangkat. Jadi, gambaran permasalahan atau plot cerpen sudah dipikirkan secara utuh mulai dari pengantar, klimaks hingga selesai. Selanjutnya, menentukan penokohan, dan latar (tempat, waktu, serta suasana).

Ketiga, yaitu mulai menulis. Sebaiknya luangkan waktu dua sampai tiga jam agar lebih fokus dan selesai sekali duduk. Selama proses menulis, usahakan untuk menulis secara cepat dan mengalir. Jangan terlalu lama menghabiskan waktu untuk memikirkan setiap adegan. Jangan mencoba kembali ke paragraf sebelumnya, membacanya, menghayatinya, dan mengoreksinya.

Keempat, yaitu membaca lagi dan mengoreksi. Jika cerpen selesai ditulis, kita bisa membaca lagi dari awal. Ketika proses membaca ulang, kita bisa mengoreksi tulisan yang salah ketik, menghayati adegan agar runtut, mudah dipahami, dan tidak janggal, bahkan menambah dan menghapus bagian atau menggantinya. Hal yang perlu diingat, yaitu jangan mengubah jalan cerita secara umum karena akan membuat kita bingung dan membuang waktu pada satu cerpen.

Selain langkah tersebut, ada beberapa cara agar dapat menulis cerpen dengan lebih mudah dan lebih cepat. Pertama, menggunakan sudut pandang orang pertama ”aku” atau ”saya” agar mudah dalam mengeksplorasi tulisan. Kedua, menggunakan gaya bahasa yang digunakan sehari-hari dan memahami kaidah penulisan bahasa sesuai kaidah agar mudah dipahami. Ketiga, memperbanyak membaca cerpen orang lain terutama penulis cerpen profesional agar memperkaya kosakata, ide, dan kemampuan menulis. Keempat, sering menulis agar semakin ahli. Kelima, jangan takut memperlihatkan cerpen yang kita tulis pada orang lain atau mengikuti lomba dan minta pendapat berupa kritikan atau saran agar kemampuan menulis semakin baik.

Langkah-langkah dan cara ini sangat mudah dan praktis untuk dipelajari oleh siswa atau penulis pemula dalam menulis cerpen. Berdasarkan uraian singkat ini, diharapkan guru mampu mengubah pandangan siswa MAN 2 Bantul atau penulis pemula bahwa menulis cerpen merupakan kegiatan yang menyenangkan. Teori terhebat pun tidak akan mampu membuat Anda bisa menulis kecuali diri Anda sendiri menulis, menulis, dan menulis apa pun yang ingin Anda tulis dari sekarang.

Artikel di atas pernah dimuat di Surat Kabar Jawa Pos Rubrik Untukmu Guru, 22 Juni 2021

 

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top
Silakan hub. Admin
1
Assalamu'alaikum....Terimakasih Telah Mengunjungi Website MAN 2 Bantul. Ada yang bisa kami bantu?