MAN 2 Bantul Matangkan Pembelajaran Ramadhan, Perkuat Iklim Religius dan Akademik

Bantul (MAN 2 Bantul) – Dalam rangka menyambut dan mengoptimalkan kegiatan pembelajaran selama bulan suci Ramadhan, MAN 2 Bantul menggelar rapat koordinasi pembelajaran pada Jumat (20/2/26). Kegiatan yang dilaksanakan di aula madrasah tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan, wakil kepala, koordinator bidang, serta seluruh dewan guru. Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program akademik dan penguatan karakter religius peserta didik selama Ramadhan.

Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya momentum ibadah personal, tetapi juga ruang pendidikan karakter yang sangat strategis. Ia menyampaikan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan suasana pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga memperkuat spiritualitas, kedisiplinan, dan akhlak peserta didik.

Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan. Oleh karena itu, pembelajaran di madrasah harus mampu menghadirkan keseimbangan antara capaian akademik dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Kita ingin siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.” ungkapnya di hadapan peserta rapat.

Ia juga mengajak seluruh guru untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum refleksi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan. Menurutnya, suasana religius yang dibangun secara kolektif akan memberikan dampak positif terhadap budaya belajar siswa, sekaligus memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan berciri khas Islam.

Selanjutnya, penjelasan teknis terkait pelaksanaan pembelajaran selama Ramadhan disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fitria Endang Susana. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa struktur kegiatan harian selama Ramadhan telah dirancang secara sistematis agar tetap efektif namun tetap memperhatikan kondisi fisik siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Ia menyampaikan bahwa setiap hari pembelajaran akan diawali dengan sholat dhuha berjamaah yang dilanjutkan dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama. Kegiatan ini bertujuan membangun suasana spiritual sejak pagi hari serta menanamkan kebiasaan ibadah yang konsisten di lingkungan madrasah.

Sholat dhuha dan tadarus bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari pembiasaan karakter. Dengan memulai hari melalui ibadah, kita berharap suasana kelas menjadi lebih kondusif dan penuh keberkahan.” jelasnya.

Setelah rangkaian kegiatan keagamaan pagi, proses pembelajaran akan berlangsung sebagaimana jadwal yang telah disesuaikan. Guru diimbau untuk menerapkan strategi pembelajaran yang lebih fleksibel, interaktif, dan tidak terlalu membebani siswa secara fisik, namun tetap menjaga kualitas materi dan target capaian pembelajaran.

Sementara itu, Koordinator Bidang Keagamaan, Mubtadiian turut memberikan penjelasan mengenai penguatan program religius selama Ramadhan. Salah satu program unggulan yang akan dilaksanakan adalah pengisian waktu istirahat kedua dengan sholat dhuhur berjamaah di masjid madrasah. Kegiatan ini diwajibkan bagi seluruh siswa dan guru sebagai bentuk pembiasaan ibadah berjamaah.

 

Menariknya, setelah pelaksanaan sholat dhuhur berjamaah, kegiatan akan dilanjutkan dengan lomba kultum (kuliah tujuh menit) yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI secara bergiliran. Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan keberanian, keterampilan berbicara di depan umum, serta pemahaman keagamaan siswa.

Melalui lomba kultum, siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman, motivasi, serta refleksi Ramadhan di hadapan teman-temannya. Tema kultum akan disesuaikan dengan nilai-nilai akhlak, kejujuran, disiplin, dan semangat menuntut ilmu. Dewan juri dari guru Agama Islam dan pembina keagamaan akan memberikan penilaian sekaligus pembinaan.

Menurut Mubtadiin, kegiatan ini tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga edukatif. “Kami ingin melatih mental dan kemampuan retorika siswa. Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk belajar berdakwah dan menyampaikan kebaikan,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya rapat ini, MAN 2 Bantul menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran Ramadhan yang terstruktur, inspiratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Integrasi antara kegiatan akademik dan spiritual diharapkan mampu menciptakan atmosfer madrasah yang lebih religius, harmonis, dan produktif.

Melalui program sholat dhuha, tadarus bersama, sholat dhuhur berjamaah, serta lomba kultum, Ramadhan di MAN 2 Bantul tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi seluruh warga madrasah, pembelajaran selama Ramadhan diharapkan dapat berjalan lancar, penuh makna, serta membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar MAN 2 Bantul. (ftr)

Share ke sosial media
Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by
Scroll to Top